penghujan datang, kau datang
membawa riang, menghapus lengang
bertukar pikiran dan cerita, aku senang
semakin hari semakin aku tahu
ada awan gelap yang mengganggu kepalamu
awan gelap yang kadang mengalirkan air tetesannya lewat sepasang mata pada malam
tidak ada yang bisa memaksa awan gelap itu pergi
awan gelap akan pergi dengan sendirinya
begitu juga awan gelap yang pernah menghampiriku
sementara aku menunggu awan gelap itu pergi dari kepalamu
aku sedang menata kembali rumah pada bahu dan tanganku
yang kelak akan kau singgahi dan kau akan menetap di sana
denganmu, aku tanah kemarau yang disirami hujan
denganmu, aku kucing yang tertidur pulas di bawah pohon rindang
aku tumbuh
aku teduh.
No comments:
Post a Comment