kita menyatukan hitam
pada malam kemarin
melupakan hitam pada
malam ini
melupakan kita pada
malam esok
kata-kata ini bukan lagi ode atau rapsodi yang berbunga-bunga
kata kata ini adalah bagaimana abu pernah menjadi kayu
asap pernah menjadi api, lawan pernah menjadi kawan
mati pernah menjadi hidup, sepi pernah menjadi ramai
gelap pernah menjadi terang, abai pernah menjadi peduli
bukan urusanku apakah kata-kata ini mau kau kubur,
kau bakar atau kau simpan bersama benda-benda berdebu itu
urusanku adalah bagaimana kata-kata ini bisa menjelma ayat yang menuntutku
untuk tetap tinggal, meski tetap terabai.
No comments:
Post a Comment